PERUBAHAN TEKANAN DARAH SETELAH KONSUMSI SEMANGKA MERAH (Citrullus lanatus) PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PSTW ASISI KOTA SUKABUMI
DOI:
https://doi.org/10.045029/fxevzn90Keywords:
hipertensi; lanjut usia; semangka merah; tekanan darah; pra-eksperimenAbstract
ABSTRAKLatar belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan penting pada lanjut usia. Konsumsi semangka merah berpotensi menjadi pendekatan diet pendamping dalam pengendalian tekanan darah. Tujuan: Mendeskripsikan perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah konsumsi semangka merah pada lansia dengan hipertensi di PSTW Asisi Kota Sukabumi. Metode: Penelitian pra-eksperimental dengan rancangan satu kelompok pretest–posttest melibatkan 13 lansia. Intervensi berupa 250 gram semangka merah per hari selama empat hari (14–17 April 2025). Tekanan darah diukur sebelum konsumsi dan 30 menit sesudah konsumsi setiap hari. Data dianalisis secara deskriptif dan berdasarkan laporan asal menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Sebelum intervensi, kategori sistolik terbanyak 150–159 mmHg (6/13; 46,2%); setelah intervensi, kategori terbanyak 130–139 mmHg (7/13; 53,8%). Laporan asal mencatat perbedaan skor kategori pretest–posttest sebesar 2,846 (t=11,418; p<0,001). Simpulan: Terdapat perubahan tekanan darah setelah konsumsi semangka merah pada kelompok yang diteliti. Namun, desain tanpa kontrol, ukuran sampel kecil, dan analisis berbasis skor kategori membatasi inferensi kausal dan interpretasi besaran penurunan dalam mmHg.



