10.045029 HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN DEMENSIA PADA LANSIATAHUN 2023
DOI:
https://doi.org/10.045029/3sceec61Keywords:
Depresi, Demensia, Lansia, GDS, MMSE.Abstract
Latar belakang : Lanjut usia atau biasa disebut lansia adalah kejadian yang tidak bisa dihindari dan pasti akan dialami semua orang oleh siapapun bagi manusia yang dikaruniai umur panjang. Lansia merupakan periode penutup dalam rentang hidup seseorang dimana seseorang telah melalui periode terdahulu atau masa muda yang lebih menyenangkan. Lansia merupakan individu yang telah memasuki fase penurunan atau kelemahan fisik dan kesehatan baik mental, sosial sehingga dapat mempengaruhi aspek kehidupannya.
Tujuan : Adapun Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan depresi dengan demensia pada lansia yang tinggal di Desa Tanjungsari Kabupaten Bogor.
Metode : Penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling dan metode cross sectional menggunakan instrumen GDS dan MMSE.
Hasil : Didapatkan hasil distribusi depresi pada lansia 53 (60.9%) tidak depresi 34 (39.1%). Dan demensia pada lansia 41 (47.1%) tidak demensia 46 (52.9%). Hasil uji statistik didapatkan P-value 0.000
Kesimpulan : Ho di tolak dan Ha diterima dengan demikian menunjukkan bahwa ada Hubungan Tingkat Depresi dengan Demensia pada Lansia.
Saran : Diharapkan Perawat dan pihak Desa berkerja sama untuk melakukan pengkajian depresi secara komperehensif, sehingga pihak Desa dapat melakukan kolaborasi dengan Perawat untuk menekan angka kejadian depresi.
Kata kunci : Depresi, Demensia, Lansia, GDS, MMSE.



