10.045029 HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DI DESA BOJONG KECAMATAN KARANGTENGAH KABUPATEN CIANJUR
DOI:
https://doi.org/10.045029/t99sr820Keywords:
Lansia, Kualitas tidur, Risiko Jatuh, PSQI, MFSAbstract
Latar Belakang : Penuaan merupakan proses dimana menurunnya fungsi tubuh secara alami yang dialami oleh lanjut usia. Salah satu penurunan kemampuan fisik yang dirasakan oleh lansia yaitu perubahan siklus tidur sehingga tidak jarang kualitas tidur pada lansia memburuk. Hal ini akan berdampak munculnya banyak masalah kesehatan pada lansia karena menurunnya kepuasan tidur sehingga perhatian menurun, kehilangan keseimbangan yang akhirnya berdampak pada risiko jatuh.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan risiko jatuh pada lansia di Desa Bojong Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan metode pengambilan sample melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas tidur pada lansia adalah Pittburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan risiko jatuh diukur menggunakan Morse Fall Scale (MFS). Sample penelitian berjumlah 94 lanjut usia sesuai kriteria inklusi, dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023 di Desa Bojong Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur.
Hasil : Hasil uji statistic chi square didapatkan p-value 0,004 < 0,05.
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan risiko jatuh pada lansia di Desa Bojong Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur.
Saran : Pihak pemerintahan wilayah Desa Bojong perlunya kerja sama dengan tenaga kesehatan atau instansi kesehatan setempat dalam meningkatkan kualitas tidur dan mencegah risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini dapat diteruskan oleh peneliti lain dengan menambahkan jumlah variabel.



