PENERAPAN EDUKASI TENTANG MOBILISASI DINIPADA PASIEN POST OP HERNIA DENGAN MASALAH DEFISIT PENGETAHUAN DI RUANGAN ARAFAH III DI RUMAH SAKIT ISLAM ASSYIFA KOTA SUKABUMI TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.045029/0679k190Keywords:
Hernia, Mobilisasi Dini, Defisit pengetahuan, Post Operasi, Asuhan KeperawatanAbstract
Latar Belakang : Hernia adalah suatu kondisi di mana suatu organ, jaringan, atau dinding kantung atau rongga perut mengalami penonjolan secara tidak normal di bagian tubuh. Data dari RSI Assyifa Kota Sukabumi, penderita hernia adalah penyakit terbesar kelima di ruang bedah Arafah III, di mana jumlah pasien hernia selama tiga bulan ke belakang dari bulan Januari-Maret 2025 sebanyak 55 orang. Di mana dilakukan tindakan operasi pada hernia sehingga terjadi masalah mobilitas fisik maka di berikan edukasi tentang mobilisasi dini untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Metode : Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus.
Hasil :Setelah dilakukan penerapan edukasi tentang mobilisasi dini pada masalah defisit pengetahuan selama 2x24 jam didapatkan hasil, pada hari pertama sebelum dilakukan tindakan edukasi mobilisasi dini belum bisa melakukan mobilisasi dikarenakan takut untuk bergerak dan setelah dilakukan edukasi mobilisasi dini mengatakan akan melakukan pergerakan secara bertahap, pada hari kedua setelah diberikan tindakan mobilisasi dini sudah bisa melakukan mobilisasi dini secara mandiri dan sudah terlihat melakukan mobilisasi secara mandiri.
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa penerapan edukasi mobilisasi dini pada klien post operasi hernia dengan masalah defisit pengetahuan dapat meningkatkan pemahaman klien dan dapat dibuktikan dari hasil penelitian terdahulu bahwa edukasi mobilisasi dini dapat efektif untuk meningkatkan mobilisasi dini.
Saran : Studi kasus ini diharapkan dapat menjadi masukan dan acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai edukasi mobilisasi dini pada pasien dengan defisit pengetahuan khususnya pada pasien post operasi.



