HUBUNGAN FAKTOR GENETIK DENGAN KEJADIAN KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RS BHAYANGKARA SETUKPA LEMDIKLAT POLRI KOTA SUKABUMI TAHUN 2022
DOI:
https://doi.org/10.045029/qbbcas78Keywords:
Faktor genetik, Kejang demam,tumbuh kembang anakAbstract
ABSTRAK
Latar Belakang : Kejang demam dapat disebabkan oleh berbagai faktor, faktor genetik atau adanya riwayat kejang di keluarga, otak yang masih belum matur, dan infeksi, sehingga penyebab terjadinya kejang demam disebut bersifat multifaktorial. (Veisani Y.2013). Salah satu faktor yaitu faktor genetik memiliki pengaruh besar terhadap kejadian kejang demam, karena berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, sepertiga dari semua pasien kejang demam memiliki riwayat kejang di keluarganya
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Faktor Genetik Dengan Kejadian Kejang Demam Pada Anak di RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi Tahun 2022
Metodologi : Desain penelitian menggunakan Correlation Study dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pasien anak dan orangtua anak dengan kejang demam yang berjumlah 23 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental Sampling. Variabel independent penelitian adalah faktor genetik, variabel dependent adalah kejadian kejang demam. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian diolah dengan tahapan editing, coding, dan tabulating, diuji Chi- Square serta disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Hasil: penelitian menunjukkan bahwa dari 23 responden 1. Gambaran Faktor Genetik Kejang demam Pada Anak di RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi Tahun 2022 adalah Yang ada faktor genetik 7 orang (30,4%) dan tidak ada faktor genetik 16 orang (69,6%). Gambaran Kejadian Kejang Demam Pada Anak di RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi Tahun 2022 adalah Yang pertama Yang pertama 13 orang (56,5%) dan kejang demam berulang 10 orang (43,5%). Terdapat Hubungan antara faktor genetik dengan kejadian kejang demam pada anak balita di Ruang Rawat Inap anak RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Kota Sukabumi tahun 2022 dengan P – Value 0.007 lebih kecil dari α 0,05.
Kesimpulan:Terdapat Hubungan antara faktor genetik dengan kejadian kejang demam pada anak balita di Ruang Rawat Inap anak RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Kota Sukabumi tahun 2022



