PENGARUH POSISI SEMI-FOWLER TERHADAP STATUS PERNAPASAN PASIEN DENGAN ASMA BRONKIAL DI INSTALASI GAWAT DARURAT KOTA SUKABUMI TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.045029/xt74je92Keywords:
asma bronkial; posisi semi-Fowler; frekuensi napas; saturasi oksigenAbstract
ABSTRAKLatar belakang: Asma bronkial dapat menimbulkan sesak napas, peningkatan frekuensi napas, dan penurunan saturasi oksigen. Posisi semi-Fowler merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu ekspansi dada dan mengurangi kerja pernapasan. Tujuan: Mengetahui perubahan frekuensi napas dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah pemberian posisi semi-Fowler pada pasien asma bronkial di instalasi gawat darurat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 pasien yang dipilih dengan purposive sampling. Frekuensi napas (RR) dan saturasi oksigen (SpO₂) diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rerata RR turun dari 25,67 kali/menit sebelum intervensi menjadi 23,37 kali/menit sesudah intervensi. Rerata SpO₂ meningkat dari 91,97% menjadi 93,97%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah intervensi untuk RR (Z = −4,941; p < 0,001) dan SpO₂ (Z = −4,841; p < 0,001). Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna pada RR dan SpO₂ setelah pemberian posisi semi-Fowler pada sampel penelitian. Karena desain tidak menggunakan kelompok kontrol, perubahan tersebut tidak dapat sepenuhnya diatribusikan hanya pada intervensi ini



